loader image

Menyediakan Bumbu Dapur Utuh Kering dan Coconut Palm Sugar

Dari artikel perbedaan rempah segar dan rempah yang dikeringkan, kita dapat pula menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan konsumsi bahan makanan organik di Indonesia. Ini berarti kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih bahan makanan organik juga meningkat. Apakah yang melandasi kesadaran tersebut?

Dirangkum dari helpguide.org, produk organik memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

Pada pertanian konvesional penggunaan bahan kimia seperti fungisida, herbisida dan insektisida bukanlah hal yang jarang terjadi. Sisa dari zat kimia tersebut seringkali masih menempel di makanan yang kita makan.

Karena produk organik tidak mengandung pengawet untuk membuatnya tahan lama, mereka biasanya dijual dari tempat yang tidak jauh dari pertanian mereka tumbuh.

Pertanian organik dinilai dapat mengurangi pencemaran, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah dan mengunakan energi yang lebih sedikit. Pertanian dengan mengunakan pestisida buatan sendiri juga lebih baik untuk hewan beserta orang-orang yang tinggal di sekitar pertanian tersebut.

Genetically Modified Organisms (GMO) atau Genetically Engineered (GE) adalah bahan makanan yang DNA-nya telah diubah sedemikian rupa sehigga ia lebih kebal terhadap pestisida atau lebih kebal terhadap serangga. Hal ini juga dapat disebabkan oleh perkawinan silang tradisional.

Selain itu, membeli bahan makanan lokal juga penting. Bahan makanan ini memiliki beberapa definisi. Lokal dapat berarti tanaman tersebut tumbuh di komunitas lokal, satu kota, satu provinsi atau satu negara.

Adapun beberapa manfaat yang dapat menjadi pertimbangan Anda untuk membeli bahan makanan lokal.

Uang akan berputar di lingkungan komunitas Anda. Lebih banyak uang ke petani daripada uang ke marketing dan distribusi.

Seperti yang terjadi di USA, jarak rata-rata yang bahan makanan tempuh sampai ke meja makan sejauh kurang lebih 2.400 km. Bahan makanan tersebut dipetik saat bahan tersebut belum matang dan diberi zat untuk memetangkannya setelah sampai di tempat tujuan. Atau sebelumnya bahan tersebut diproses di pabrik menggunakan bahan pengawet, sinar radiasi atau dengan cara yang lainnya untuk menstabilkan bahan tersebut saat pengangkutan.

Bahan makanan lokal dipanen saat makanan tersebut sudah matang sehingga citarasanya keluar secara menyeluruh. Beberapa petani lokal menggunakan cara bertani organik tetapi tidak mampu membayar sertifikat organik. Anda tentu dapat menanyakannya langsung kepada mereka tentang metode apa yang mereka gunakan.

(Sumber Foto: Wikimedia.org)

Konsumsi bahan makanan organik di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Tahun 2011, makanan organik dikonsumsi oleh 15 juta penduduk menurut sebuah riset berjudul ‘Current Status of Organic Farming’ yang diunggah melalui balittanah.litbang.pertanian.go.id. Lebih lanjut, menurut aoi.ngo tahun 2019 pertumbuhan pasar organik mencapai angka 15% – 20%.

Pandemi di tahun 2020 menyulitkan banyak orang untuk mendapatkan akses bahan makanan segar. Banyak dari mereka akhirnya menimbun makanan segar untuk konsumsinya beberapa hari ke depan. Dari sinilah, banyak perusahaan berinovasi untuk memberikan masyarakat makanan organik yang sehat dan tahan lama. Termasuk di dalamnya adalah rempah atau bumbu masak yang selalu dijumpai di masakan Indonesia.

Agar lebih tahan lama, rempah dikeringkan. Bahkan banyak pula perusahaan yang menumbuk rempah tesebut sehingga berubah menjadi bubuk.

Lalu pernahkah terpikirkan oleh Anda, apakah nutrisi antara rempah segar dan rempah yang dikeringkan sama?

Mengutip dari Superfoodly.com, bumbu yang dikeringkan memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi daripada rempah segar. Hal ini dikarenakan rempah segar sebagian besar kandungannya adalah air. Walau adanya pengurangan kandungan antioksidan saat pemrosesan, namun kandungan antioksidan di rempah yang dikeringkan jauh lebih tinggi.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian USDA (Kementerian Pertanian Amerika Serikat) yang menguji kandungan nutrisi antara parsteli segar dan parsteli yang dikeringkan. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Parsteli segar: 87.71% air (12,29% bahan aktif)

Parsteli kering: 4,89% air (94,11% bahan aktif)

Proses pengeringan hampir dapat menghentikan proses penurunan kualitas

Kadar air yang dikeluarkan akan memperlambat proses pemecahan senyawa. Itulah alasan mengapa rempah segar Anda akan membusuk dalam hitungan hari walau disimpan di lemari es, sedangkan rempah kering dapat bertahan bertahun-tahun walau hanya disimpan di dalam lemari. Meski warna rempah Anda masih terlihat bagus, namun bukan berarti nutrisi yang dikandungannya tidak mengalami penurunan.

Saat tumbuhan dipisahkan dari tanah atau tempatnya bernaung seperti pohon, proses penurunan kualitas dan pembusukan segera dimulai. Pada saat mereka mencapai supermarket, hanya sebagian kecil dari antioksidan yang tersisa.

Adapun proses penurunan kualitas dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  1. Penanganan setelah dipanen

Penanganan produk yang dipanen dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya produk diberi sinar radiasi, menggunakan sinar ultraviolet, atau dilapisi dengan zat pengawet kimia.

  1. Tipe tumbuhan

Cepat lambatnya suatu tanaman atau rempah membusuk juga ditentukan oleh tipe tumbuhan atau rempah tersebut. Misalnya kacang polong akan kehilangan 15% kandungan vitamin C setelah berada di freezer dengan suhu -4oC sedangkan sedangkan kacang buncis akan kehilangan 87% di suhu yang sama.

  1. Temperatur, cahaya dan oksigen

Semakin sedikit rempah terpapar dengan ketiga komponen tersebut maka semakin banyak nutrisi baik yang disimpan oleh rempah tersebut.

Proses pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa metode

Missouri.edu mengklaim bahwa metode paling unggul adalah dengan menggunakan food dehydrator. Saat Anda menggunakan oven, makanan yang dikeringkan akan termasak terlebih dahulu sebelum mengering, sehingga akan menghasilkan rasa yang overcooked. Menggunakan tenaga matahari merupakan alternatif yang dapat dicoba namun kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi menjadi halangan. Selain itu debu tanpa disadari dapat menempel pada makanan yang dikeringkan dengan cahaya matahari.

Kesimpulan

Jadi jika Anda membeli bahan segar, ada baiknya untuk segera dikonsumsi. Karena semakin lama disimpan, kualitas dan nutrisinya akan semakin menurun. Namun, jika Anda tipikal yang sibuk, ada baiknya membeli bahan kering sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang penurunan kualitas dan bahan tersebut mampu bertahan lebih lama.

(Sumber Foto: Monicore/Pixabay.com)

Lokasi Toko Kami