loader image

Menyediakan Bumbu Dapur Utuh Kering dan Coconut Palm Sugar

Bahaya Laten GMO dalam Bahan Makanan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Bahan Makanan yang Mengandung GMO
Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum mengonsumsi makanan ber-GMO.

Secara birokrasi, saat makanan mendapatkan izin edar di dalam suatu negara, makanan tersebut sudah dipastikan aman oleh tubuh, termasuk di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Balai Kliring Keamanan Hayati adalah badan yang ditugaskan untuk memastikan bahan makanan tersebut aman dan mengawasi peredarannya di negara ini.

Walau begitu banyak pengamat nutrisi dan lingkungan tidak setuju dengan keamanan konsumsi makanan ber-GMO dalam jangka waktu panjang. Jurnal Biologi Tropis Vol. 14 No.2 edisi 2 Juli 2014 dengan judul Controversy of Genetic Engineering Product Consumed Society  merangkum kontrovesinya di berbagai bidang.

  1. Bidang pertanian dan lingkungan

        a.Adanya kemungkinan membuat tanaman beracun

Menurut S.C. Philips pada artikel berjudul Genetically Engineered Foods: Do They Pose Health and Environmental Hazards? pada tahun    1994, mengungkapkam bahwa saat memindahkan materi genetic baru terdapat beberapa kemungkinan terburuk, antara lain:

    • Pemindahan tidak berhasil
    • Pemindahan terjadi pada tempat yang salah
    • Gen baru mungkin mengubah atau menekan fungsi yang berbeda.

Hal-hal tersbut dapat menyebabkan mutasi tidak terduga sehingga membuat tanaman yang dihasilkan beracun, subur, atau tidak sesuai  dengan yang diinginkan.

         b. Merusak keseimbangan lingkungan

Tanaman GMO yang rentan terhadap hama dan penyakit dapat merusak keseimbangan lingkungan. Hal ini dikarekan hama pada tanaman tersebut akan lari mencari inang baru di perkebunan konvesional. Akhirnya petani harus berinvestasi terhadap tanaman GMO yang harganya lumanyan mahal. Selain itu, gulma yang biasa tumbuh di antara tanaman, memungkinkan penyerbukan silang yang menghasilkan tanaman gulma yang resisten terhadap herbasida dan pestisida.

  1. Bidang kesehatan

Menurut artikel Dentification of Brazil Nut Allergen in Transgenic Soybeans pada jurnal  The New England Journal of Medicine (1996) pada produk GMO yang telah ditarik dari peredarannya. J.A, Nordlee dan timnya membuktikan bahwa kacang Brazil menyebabkan alergi konsumennya akibat sumber-sumber non makanan dan kombinasi gen baru.

Saat ini memang hanya penelitian tersebut yang membuktikan bahaya GMO dalam makanan. Walaupun begitu, kampanye tentang bahan makanan dengan GMO terus dilakukan. Seperti yang dilakukan kelompok advokasi makanan berbasis di Washington dan dikutip dari The Newsletter of The Illinois State Bae Association’s Section on Agricultural Law oleh R.E. Robinson (2013). Advokasi ini mengkhawatirkan konsumsi bahan makanan GMO dapat menyebabkan kehilangan nutrisi, kemunculan racun baru, alergen dan efek samping potensial lainnya.

Kesimpulan yang dapat diambil ada baiknya jika kita mengurangi bahkan tidak mengomsumsi bahan makanan yang mengandung GMO. Tidak ada kata ‘terlalu berhati-hati’ untuk kesehatan kan?

(Sumber Foto: Markus Spiske/Unsplash.com)

Artikel Lainnya

Tentang Kami

CV.Rempah Indo adalah perusahaan yang memproduksi bumbu kering dan rempah kering utuh asli Indonesia dengan teknologi modern yang telah teruji kualitasnya

Ikuti Kami

Tutorial Memasak

Lokasi Toko Kami